Packaging sudah masuk ke dalam cara konsumen Indonesia menilai sebuah brand. Data dari lapangan mengonfirmasi ini.
Survei Snapcart 2024 terhadap 750 responden mencatat 84% konsumen Indonesia sudah pernah membeli atau menggunakan produk ramah lingkungan. Packaging sudah masuk ke pertimbangan sebelum checkout.
Data Sigma Research Indonesia 2026 memperkuat ini. 73% konsumen bersedia bayar 10–15% lebih mahal untuk produk sustainable. 58% Gen Z dan Millennials memilih brand berdasarkan komitmen sustainability. Ketika brand gagal memenuhi ekspektasi itu, 42% memilih berhenti beli.
Konsumen sekarang bisa research brand dalam hitungan menit. Social media mempercepat terbentuknya ekspektasi ini.
Di toko fisik, konsumen bisa pegang produk sebelum beli. Di e-commerce, tidak. Packaging adalah kontak fisik pertama antara konsumen dan brand.
Unboxing content di TikTok dan Reels membuat momen itu jauh lebih visible. Packaging yang berkesan bisa jadi organic content.
Review di marketplace sering menyebut packaging secara eksplisit dan calon pembeli berikutnya membacanya.
Platform pun mulai bergerak. Lazada sudah menjalankan inisiatif sustainability melalui program LazEarth dan penggunaan eco-friendly packaging di operasional logistik mereka.
Konsumennya sudah bergerak. Namun brand belum sepenuhnya.
Sebagian brand masih menimbang apakah ini prioritas. Sigma Research 2026 mencatat 67% konsumen aktif memeriksa klaim sustainability sebelum membeli. Klaim yang tidak diikuti dengan praktik semakin mudah terdeteksi.
Perubahan tidak harus dilakukan sekaligus. Banyak brand mulai dari yang paling kecil: mengurangi packaging yang tidak perlu atau switch ke material recyclable di satu lini produk dulu. Pergerakan yang nyata, meski dari langkah kecil, terbaca berbeda oleh konsumen.
Packaging sekarang membentuk persepsi brand sebelum produknya sempat tersentuh. Setiap pengiriman adalah keputusan brand, disadari atau tidak.
Di marketplace yang review-nya terbuka untuk siapapun, packaging yang tidak diperhatikan punya konsekuensi nyata: konsumen tidak kembali dan calon pembeli lain membaca ulasannya.
Perubahan ekspektasi konsumen seperti ini berdampak langsung pada strategi brand di marketplace. Orbiz bekerja bersama brand untuk membangun strategi e-commerce yang relevan dengan kondisi terkini. Hubungi tim Orbiz untuk mulai mendiskusikan langkah yang tepat untuk brand kamu.
Keywords: eco friendly packaging Indonesia, sustainable packaging Indonesia, kemasan ramah lingkungan, eco friendly brand Indonesia, packaging strategy e-commerce, unboxing experience brand, e-commerce enabler Indonesia, brand strategy
Di tengah semua diskusi soal rupiah dan kurs dolar, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan brand ke diri mereka sendiri: seberapa kuat sebenarnya posisi kita di benak konsumen ketika mereka sedang t...
Followers Instagram turun drastis dalam semalam, dan hampir semua orang mengalaminya. Bukan hanya kreator kecil, tapi juga nama-nama terbesar di platform. Kylie Jenner kehilangan sekitar 14 juta follo...
Ramadan bukan sekadar peak season e-commerce. Ini adalah periode ketika perilaku konsumen berubah secara mendasar. Mulai dari waktu belanja, cara berinteraksi dengan konten, hingga sensitivitas terhad...